Heboh Suporter Boikot Laga Timnas Indonesia vs Vietnam, Gara-gara Koreografi Dirusak Paspampres

Suporter Timnas Indonesia ramai-ramai memboikot laga Timnas Indonesia vs Vietnam gara-gara koreografi dirusak.

Rauhanda Riyantama | BolaTimes.com
Jum'at, 06 Januari 2023 | 18:56 WIB
Potret laga Timnas Indonesia vs Vietnam di leg pertama semifinal Piala AFF 2022. (Dok. PSSI)

Potret laga Timnas Indonesia vs Vietnam di leg pertama semifinal Piala AFF 2022. (Dok. PSSI)

Gol.bolatimes.com - Jelang duel Timnas Indonesia vs Vietnam di semifinal leg pertama Piala AFF 2022, sempat dihebohkan dengan aksi boikot dari salah satu kelompok suporter, yakni La Grande Indonesia.

Aksi boikot di laga Timnas Indonesia vs Vietnam ini disampaikan La Grande Indonesia melalui media sosial Instagram.

Dalam unggahannya, La Grande Indonesia menyatakan bahwa aksi boikot ini tak lepas dari adanya tindakan represif dari Pasukan Pengamanan Presiden atau Paspampres.

Baca Juga: Polisi Klarifikasi soal Kepulan Asap Jelang Duel Indonesia vs Vietnam: Bukan Gas Air Mata, tapi Flair

Tindakan represif ini dilakukan oleh Paspampres terhadap koreografi yang telah disiapkan oleh La Grande Indonesia untuk laga Indonesia vs Vietnam.

Koreografi itu sendiri nantinya berupa tulisan ‘Indonesia’ dengan warna kuning dan dibarengi warna merah putih yang jadi warna kebesaran Tanah Air.

Dalam unggahannya, La Grande Indonesia menyebutkan bahwa banner dicopot dan kertas yang akan digunakan untuk koreografi di laga ini dihancurkan oleh Paspampres.

Baca Juga: Hasil Semifinal Piala AFF 2022: Main Cantik, Timnas Indonesia tapi Ditahan Imbang Vietnam 0-0

Tangkapan layar atribut dukungan timnas Indonesia dibongkar Paspampres. (Twitter/@gilabola_ina)
Tangkapan layar atribut dukungan timnas Indonesia dibongkar Paspampres. (Twitter/@gilabola_ina)

 

“Semalam koreografi sudah selesai kami persiapkan akan tetapi siang ini kami dapat kabar kalau koreografi itu dihancurkan oleh PASPAMPRES, yang ingin mengamankan kedatangan Bapak Presiden Jokowi sore ini,” bunyi keterangan La Grande Indonesia.

La Grande Indonesia menyebutkan, sejatinya pihaknya telah mematangkan koreografi ini secara teknis dan telah melakukan diskusi dengan birokrasi dan pihak terkait.

Baca Juga: Doan Van Hau Berulah Lagi, Tekel Dendy Sulistyawan dengan 2 Kaki tapi Lolos Hukuman Wasit

Bahkan, Le Grande Indonesia menyebutkan semua material untuk koreografi itu digunakan dengan dana sumbangan dari rekan-rekan suporter.

“Seperti yang kalian semua sudah tahu, bahwa hari ini akan ada koreografi yang sudah kami matangkan, baik secara teknis maupun sampai birokrasi dengan pihak terkait. Dana yang hadir juga adalah sumbangsih daripada kalian semua,” bunyi unggahan La Grande Indonesia.

Nahas tindakan represif berupa perusakan terhadap koreografi ini membuat La Grande Indonesia pun akhirnya memutuskan memboikot laga Indonesia vs Vietnam di semifinal leg pertama Piala AFF 2022 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).

Baca Juga: Rekam Jejak Wasit Indonesia vs Vietnam, Omar Al-Yaqoubi Plus Akun Instagram Miliknya

Sementara itu, pertandingan Timnas Indonesia vs Vietnam di leg pertama semifinal Piala AFF 2022 berakhir imbang 0-0. Tugas berat menanti skuat Garuda yang akan giliran tandang ke markas The Golden Stars pada 9 Januari mendatang.

Berita Rekomendasi
Berita Terkait
TERKINI

Dua pemain naturalisasi Timnas Indonesia punya jalan berbeda.

indonesia | 14:20 WIB

Inilah hasil drawing babak pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

indonesia | 13:59 WIB

Ian Maatsen bawa Chelsea menang telak.

indonesia | 11:13 WIB

Penyerang Timnas Putri Indonesia U-19 ingin skuadnya lakukan ini.

indonesia | 15:06 WIB

Striker jebolan Garuda Select disanjung mantan pelatih Timnas Indonesia.

indonesia | 13:23 WIB

Anak asuh Shin Tae-yong di Timnas Indonesia U-20 dilepas oleh klubnya di Eropa

indonesia | 09:07 WIB

Thomas Doll menilai ada sejumlah pemain Indonesia yang layak bermain di Liga Jerman

indonesia | 08:17 WIB

Bima Sakti tidak baper usai disindir netizen dengan sebutan pelatih tarkam.

indonesia | 20:45 WIB
Tampilkan lebih banyak