Profil Marc Grosjean, Pelatih Marselino Ferdinan di KMSK Deinze yang Pernah Tangani Klub Milik Pengusaha Indonesia

Marc Grosjean pernah bekerja untuk salah satu klub Belgia yang dimiliki oleh keluarga kaya raya dari Indonesia.

Irwan Febri Rialdi | BolaTimes.com
Kamis, 02 Februari 2023 | 12:37 WIB
Marc Grosjean saat menjadi pelatih Royal Excelsior Virton. (Dok. Revirton)

Marc Grosjean saat menjadi pelatih Royal Excelsior Virton. (Dok. Revirton)

Gol.bolatimes.com - Setelah resmi bergabung dengan klub kasta kedua Liga Belgia, KMSK Deinze, gelandang muda asal Indonesia, Marselino Ferdinan, nantinya akan diasuh oleh pelatih bernama Marc Grosjean.

Sebagai informasi, Marc Grosjean saat ini menjabat sebagai pelatih kepala KMSK Deinze. Artinya, menit bermain hingga perkembangan performa Marselino Ferdinan akan bergantung pada sosok pelatih ini.

Bisa dibilang, Marselino Ferdinan bukan satu-satunya pesepak bola asal Indonesia yang pernah merasakan tangan dingin Marc Grosjean ketika berkarier di Belgia.

Baca Juga: 3 Pemain Asia yang Kini Berkarier Bersama KMSK Deinze, Salah Satunya Marselino Ferdinan

Sebab, pada medio 2011 silam, Marc Grosjean pernah bekerja untuk salah satu klub Belgia yang dimiliki oleh keluarga kaya raya dari Indonesia. Inilah saat di mana ada banyak pemain Indonesia yang dibawa ke Belgia untuk meniti karier di sana.

Profil Marc Grosjean

Marc Grosjean merupakan pelatih sepak bola yang sudah menjalani kariernya cukup panjang di dunia racik strategi. Dia tercatat lahir di Sprimont, Belgia, pada 11 September 1958.

Baca Juga: Profil KMSK Deinze, Klub Kasta Kedua Liga Belgia yang Jadi Pelabuhan Baru Marselino Ferdinan

Saat masih berusia muda, Marc Grosjean menimba ilmu bersama dua klub, yakni Sprimont Comblain Sport (1968-1970) dan Standar Luik (1971-1978).

Adapun karier sepak bolanya dihabiskan bersama empat klub yang berbeda, yakni FC Seraing (1978-1989), Racing Mechelen (1989-1991), CS Ardennais (1991-1993), hingga FC Wiltz 71 (1993-1994).

Bersama klub terakhir itu pula, dia mendapat kepercayaan untuk mengawali kariernya sebagai pelatih kepala, tepatnya pada 1993 hingga 1995.

Baca Juga: Gabung KMSK Deinze, Marselino Ferdinan Banjir Dukungan Pemain Keturunan Indonesia

Semenjak saat itu, dia sudah menangani banyak sekali klub Belgia, mulai dari UR Namur (1996-1998), RAA Louvieroise (1998-2001), Club Luik (2001), RAEC Mons (2001-2003), Royal Antwerp FC (2004), KAS Eupen (2004-2007), hingga FC Brussels (2008-2009).

Marc Grosjean juga pernah berkarier di Belanda untuk mengasuh F91 Dudelange pada 2009-2011, lalu kembali ke Belgia untuk menangani RCS Vise (2011).

Klub inilah yang punya ikatan dengan sepak bola Indonesia. Sebab, ketika Marc Grosjean mengasuh RCS Vise, klub ini diambil alih oleh keluarga Bakrie pada April 2011.

Baca Juga: Terbaru Marselino Ferdinan, Ini Empat Pemain Indonesia yang Pernah Dilatih Marc Grosjean

Dengan kata lain, saat menangani klub ini, Marc Grosjean sempat mengasuh beberapa nama pemain asal Indonesia yang berkarier di sana.

Sebut saja Syamsir Alam, Yandi Sofyan, Alfin Tuasalamony, hingga Yericho Christiantoko. Khusus untuk Yandi Sofyan, ia pernah bermain saat RCS Vise bertanding melawan Royal Antwerp FC pada 9 April 2011.

Setelah meninggalkan RCS Vise, Grosjean kemudian merasakan sepak bola Asia untuk kali pertama ketika direkrut oleh Al Shabab (2011-2014).

Ia kemudian memutuskan untuk pulang ke Belgia karena mendapat pekerjaan di FCV Dender EH (2014-2015), Royale Union Saint-Gilloise (2015-2018), Excelsior Virton (2018), Club Luik (2019), RFC Seraing (2020-2022), hingga terakhir bersama KMSK Deinze (2022-sekarang).

Kontributor: M Faiz Alfarizie
Berita Rekomendasi
Berita Terkait
TERKINI

Dua pemain naturalisasi Timnas Indonesia punya jalan berbeda.

indonesia | 14:20 WIB

Inilah hasil drawing babak pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

indonesia | 13:59 WIB

Ian Maatsen bawa Chelsea menang telak.

indonesia | 11:13 WIB

Penyerang Timnas Putri Indonesia U-19 ingin skuadnya lakukan ini.

indonesia | 15:06 WIB

Striker jebolan Garuda Select disanjung mantan pelatih Timnas Indonesia.

indonesia | 13:23 WIB

Anak asuh Shin Tae-yong di Timnas Indonesia U-20 dilepas oleh klubnya di Eropa

indonesia | 09:07 WIB

Thomas Doll menilai ada sejumlah pemain Indonesia yang layak bermain di Liga Jerman

indonesia | 08:17 WIB

Bima Sakti tidak baper usai disindir netizen dengan sebutan pelatih tarkam.

indonesia | 20:45 WIB
Tampilkan lebih banyak