Cegah Cedera Parah Pemain Timnas Indonesia U-22, PSSI Buat Cara Ini Agar Indra Sjafri Tidak Pusing di SEA Games 2023

Syarif merinci bahwa dari metode yang akan digunakannya nanti, akan ada tes seperti komposisi tubuh dan juga tes kekuatan eksentrik otot hamstring.

Muhammad Ilham Baktora | BolaTimes.com
Senin, 06 Maret 2023 | 12:53 WIB
Dokter Syarif Alwi menjelaskan metode tes bagi pemain Timnas Indonesia U-22 untuk meminimalisasi cedera parah para anak asuh Indra Sjafri. (PSSI)

Dokter Syarif Alwi menjelaskan metode tes bagi pemain Timnas Indonesia U-22 untuk meminimalisasi cedera parah para anak asuh Indra Sjafri. (PSSI)

Gol.bolatimes.com - Timnas Indonesia U-22 bersiap untuk bertarung di SEA Games 2023 Kamboja yang dihelat pada Mei 2023 mendatang. Indra Sjafri juga harus mengantisipasi kondisi anaknya agar tidak cedera serius seperti yang terjadi oleh Zanadin Fariz.

Zanadin Fariz, pemain Timnas Indonesia U-20 terpaksa dipulangkan lebih cepat dari Piala Asia U-20 akibat cederanya.

Menanggulangi kondisi yang berpotensi dialami penggawa Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2023, PSSI melakukan sejumlah strategi. Salah satunya dengan menggelar test fisik dengan berbagai metode yang sudah disiapkan.

Baca Juga: Link Live Streaming PSS Sleman vs Bhayangkara FC di BRI Liga 1, Kick Off Sore Ini

Dokter Syarif Alwi menjelaskan bahwa metode tes fisik yang digunakan di antaranya meliputi Forceframe Test, Nordic Hamstring Test dan Forcedecks Analysis Test bertujuan mengurangi risiko cedera. Bahkan dengan cara itu pemain akan langsung diketahui kondisi strength, postural, movement dan power masing-masing.

"Jadi fisioterapis bisa lebih mudah memeakan serta membuat program pencegahan cedera. Di samping itu bisa meningkatkan kemampuan masing-masing pemain," terang Syarif Alwi seperti dikutip dari laman resmi PSSI, Senin (6/3/2023).

Syarif merinci bahwa dari metode yang akan digunakannya nanti, akan ada tes seperti komposisi tubuh dan juga tes kekuatan eksentrik otot hamstring.

Baca Juga: Pemain Uruguay Milik Bhayangkara FC Blak-blakan Soal Sisi Lain Orang Indonesia

"Selain itu kita juga dapat mengetahui power mereka serta vertical jump yang menggunakan force plate. Tes juga menyasar pada kekuatan otot isometric hip abductor-adductor dengan force frame, 3D movement analysis dengan humantrack system," katanya.

Ada dua kelompok tim yang nantinya menjalani tes. Sebanyak 17 pemain ada di kelompok A. Dan16 pemain ada di kelompok B.

Pelatih Timnas Indonesia U-22, Indra Sjafri menyebutkan bahwa tes ini juga menjadi catatannya untuk mengetahui seberapa kuat anak asuhnya setelah menjalani pemusatan latihan sepekan terakhir.

Baca Juga: Pelatih Uzbekistan Berpotensi Turunkan Skuad Lapis Kedua, Timnas Indonesia U-20 Wajib Manfaatkan Peluang

"Jadi kami tahu sejauh mana kondisi fisik pemain ini. Saya harapkan semuanya mendapat hasil baik," terang dia.

Untuk diketahui, tes ini dilakukan dengan Tim KINETICX dari Surabaya yang menggandeng VALD PERFORMANCE dar Australia.

Persiapan menghadapi SEA Games 2023 Kamboja, Indra Sjafri memanggil sebanyak 34 pemain. Uniknya, pemain-pemain ini terdiri dari pemain Liga 2 dan Liga 1.

Banyak yang mengkhawatirkan pemanggilan pemain muda di Liga 2 ini sedikit berisiko. Menyusul tidak bergulirnya pertadingan sejak tragedi Kanjuruhan Oktober 2022.

Meski demikian, Indra Sjafri sudah memperhitungkan hal tersebut. Menyusul dirinya tak mau memanggil para pemain utama yang sedang membela klub di Liga 1.

Berita Rekomendasi
Berita Terkait
TERKINI

Dua pemain naturalisasi Timnas Indonesia punya jalan berbeda.

indonesia | 14:20 WIB

Inilah hasil drawing babak pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

indonesia | 13:59 WIB

Ian Maatsen bawa Chelsea menang telak.

indonesia | 11:13 WIB

Penyerang Timnas Putri Indonesia U-19 ingin skuadnya lakukan ini.

indonesia | 15:06 WIB

Striker jebolan Garuda Select disanjung mantan pelatih Timnas Indonesia.

indonesia | 13:23 WIB

Anak asuh Shin Tae-yong di Timnas Indonesia U-20 dilepas oleh klubnya di Eropa

indonesia | 09:07 WIB

Thomas Doll menilai ada sejumlah pemain Indonesia yang layak bermain di Liga Jerman

indonesia | 08:17 WIB

Bima Sakti tidak baper usai disindir netizen dengan sebutan pelatih tarkam.

indonesia | 20:45 WIB
Tampilkan lebih banyak