Indonesia Dapat Sanksi Pembekuan Dana FIFA Forward, Apa Itu?

Apa itu dana FIFA Forward yang dibekukan untuk PSSI> Berikut penjelasannya.

Husna Rahmayunita | Arief Apriadi | BolaTimes.com
Jum'at, 07 April 2023 | 07:28 WIB
FIFA. (Dok. FIFA).

FIFA. (Dok. FIFA).

Gol.bolatimes.com - Sepak bola Indonesia mendapat sanksi administrasi pembekuan dan FIFA Forward buntut pencabutan status tuan rumah Piala Dunia U-20 2023.

Sanksi ini diberikan FIFA kepada PSSI setelah adanya pertemuan antara Erick Thohir dan Gianni Infantino di Paris, Prancis, Kamis (6/4/2023).

Hukuman tersebut dinilai cukup ringan, dibanding sanksi banned FIFA untuk sepak bola Tanah Air yang semula dikhawatirkan.

Baca Juga: Jelang SEA Games 2023, Indra Sjafri Minta Doa Masyarakat Indonesia demi Medali Emas

"Saya hanya bisa berucap, Alhamdulillah, atas rahmat Allah SWT dan doa dari seluruh rakyat Indonesia khususnya para pecinta sepakbola, Indonesia bisa terhindar dari sanksi berat pengucilan dari sepakbola dunia. Istilahnya, Indonesia hanya mendapat kartu kuning, tidak kartu merah," kata Erick Thohir dikutip dari laman PSSI.

"Setelah saya menyampaikan pesan Presiden Jokowi, dan menjelaskan cetak biru sepakbola kita, FIFA hanya memberikan sanksi administrasi berupa pembekuan dana FIFA Forward untuk keperluan operasional PSSI. Hal itu akan direview kembali setelah FIFA mempelajari strategi besar pengembangan sepak bola Indonesia," imbuhnya.

Lantas apa itu Dana FIFA Forward yang dibekukan untuk PSSI?

Baca Juga: Dengan Cinta, Direktur Garuda Select Doakan Timnas Indonesia U-22 'Beruntung' di SEA Games 2023

Dikutip dari laman resmi FIFA via Suara.com , program FIFA Forward adalah "langkah perubahan" untuk pengembangan sepak bola global dan cara mereka berbagi kesuksesan Piala Dunia dengan asosiasi anggotanya.

FIFA Forward dibangun untuk memberikan dukungan menyeluruh yang dibuat khusus untuk pengembangan sepak bola untuk setiap anggota mereka dan enam konfederasi dengan didasari tiga prinsip lebih banyak investasi, lebih berdampak, lebih banyak pengawasan.

"Tujuannya adalah untuk meningkatkan cara kami mengembangkan dan mendukung sepak bola di seluruh dunia sehingga sepak bola dapat mencapai potensinya di setiap negara, dan setiap orang yang ingin ambil bagian dapat melakukannya tanpa hambatan," tulis FIFA.

Baca Juga: Ronaldo Kwateh Belum Jawab Panggilan ke Timnas Indonesia U-22, Tak Tertarik Main di SEA Games 2023?

Program FIFA Forward telah memberikan dukungan yang dibuat khusus untuk 211 anggota asosiasi sejak 2016. Dalam periode itu, FIFA telah menggelontorkan dana 2,8 miliar dolar (Rp41,8 triliun) untuk beragam rencana dan proyek.

FIFA Forward 3.0, yang baru diluncurkan awal tahun ini, akan berjalan hingga 2026, dengan siklus empat tahun yang mewakili peningkatan investasi pengembangan sepakbola hampir 30%.

FIFA secara keseluruhan akan mengucurkan dana senilai 9,2 juta dolar AS atau setara Rp141,5 miliar untuk setiap asosiasi anggota mereka.

Baca Juga: Kisah Wallace Costa Sebelum Dideportasi dari Indonesia, Ternyata Pernah Rasakan Sensasi Tarkam

Dengan sanksi administrasi yang dijatuhkan FIFA, PSSI akan kehilangan manfaat dari FIFA Forward 3.0 itu sebelum FIFA mencabutnya tergantung dari hasil review proposal pengembangan sepak bola yang diajukan PSSI.

Berita Rekomendasi
Berita Terkait
TERKINI

Dua pemain naturalisasi Timnas Indonesia punya jalan berbeda.

indonesia | 14:20 WIB

Inilah hasil drawing babak pertama Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

indonesia | 13:59 WIB

Ian Maatsen bawa Chelsea menang telak.

indonesia | 11:13 WIB

Penyerang Timnas Putri Indonesia U-19 ingin skuadnya lakukan ini.

indonesia | 15:06 WIB

Striker jebolan Garuda Select disanjung mantan pelatih Timnas Indonesia.

indonesia | 13:23 WIB

Anak asuh Shin Tae-yong di Timnas Indonesia U-20 dilepas oleh klubnya di Eropa

indonesia | 09:07 WIB

Thomas Doll menilai ada sejumlah pemain Indonesia yang layak bermain di Liga Jerman

indonesia | 08:17 WIB

Bima Sakti tidak baper usai disindir netizen dengan sebutan pelatih tarkam.

indonesia | 20:45 WIB
Tampilkan lebih banyak