Gagah Radhitya Widiaseno
Bus Thailand dilempari batu saat memasuki kompleks GBK jelang laga kontra Timnas Indonesia. (dok istt)

Gol.bolatimes.com - Federasi Sepak Bola Thailand (FAT) resmi melaporkan Indonesia ke AFF usai insiden perusakan bus tim yang mengangkut para pemain Thailand.

Insiden pelemparan batu ke bus tim Thailand oleh oknum suporter jelang laga Timnas Indonesia vs Thailand ternyata berbuntut panjang.

Kini, FAT melaporkan insiden tersebut ke AFF. Melalui Sekretaris Jendral (Sekjen) FAT, Patit Suphaphong mengaku sudah mengirimkan bukti berupa foto dan video kepada AFF.

Baca Juga:
Pasang Badan, Jurgen Klopp Samakan Darwin Nunez dengan Robert Lewandowski

Laga Timnas Indonesia vs Thailand yang berakhir imbang tersebut menyisakan momen yang tak mengenakkan untuk kedua tim.

Timnas Indonesia sendiri gagal meraih kemenangan untuk memastikan tiket lolos ke semifinal Piala AFF 2022. Sedangkan Thailand sendiri mengalami kejadian tak terduga oleh oknum suporter Timnas Indonesia.

Bus yang mengangkut para pemain Thailand dilempari oleh oknum suporter hingga kaca pecah. Tak sedikit oknum yang mengucapkan kata kasar saat bus tim Thailand datang ke Stadion Utama Gelora Bung Karni (SUGBK).

Baca Juga:
Timnas Indonesia Gagal Menang, Teco Bocorkan Kelebihan Sepak Bola Thailand

Patit Suphaphong langsung bertindak tegas untuk melaporkan insidne tersebut kepada AFF.

Bus Timnas Thailand diduga diserang oknum tak bertanggung jawab (Twitter/TL_Central)

“Asosiasi telah mengirimkan banyak bukti kepada penyelenggara kompetisi sejak mala. Artinya, pihak asosiasi telah menginformasikan Indonesia untuk membantu penyelidikan,” kata Patit dilansir Main Stand.

“Saat pertandingan usai, kami mengumpulkan bukti, termasuk foto, video dari penggemar sepak bola, dan juga mengirimkannya ke manajemen kompetisi,” tambahnya.

Baca Juga:
Timnas Indonesia Favorit Lolos Semifinal Piala AFF 2022 Lebih Mudah Ketimbang Thailand, Ini Alasannya

“Ketika kejadian malam itu, saya menelepon staf tim dan mengatakan kepada mereka untuk tidak khawatir,” lanjut pria yang akrab disapa Big Joe itu.

Ia berharap jika kedua tim kembali bertemu, suporter yang bertindak anarkis tidak diizinkan untuk menonton.

"Indonesia telah berkoordinasi dengan sangat baik sehingga tidak ada insiden yang lebih serius. Jia kami bertemu lagi, tidak boleh ada insiden dimana fans begitu dekat," pungkasnya.