Husna Rahmayunita
Kiper Sampdoria, Emil Audero Mulyadi (@emil_audero/Instagram)

Gol.bolatimes.com - Deretan pemain keturunan yang menolak panggilan untuk membela Timnas Indonesia, di mana para pemain ini kebanyakan masih berkiprah di liga top Eropa.

Bukan rahasia lagi jika PSSI selaku federasi sepak bola Indonesia belakangan gencar melakukan program naturalisasi terhadap para pemain keturunan.

Program naturalisasi ini hampir menyasar seluruh pemain yang punya ikatan darah dengan Indonesia. Umumnya, para pemain yang didekati adalah para pemain yang berkiprah di Eropa.

PSSI dan penikmat sepak bola Tanah Air menilai bahwa pemain keturunan Indonesia yang berkiprah di Eropa punya kemampuan mumpuni ketimbang pemain lokal.

Sebagai contoh adalah Jordi Amat dan Sandy Walsh yang telah didekati PSSI sejak keduanya bermain di liga teratas Belgia, Jupiler Pro League.

Meski banyak pemain keturunan yang bersedia membela Timnas Indonesia, ada beberapa pemain keturunan yang justru malah menolak tawaran tersebut.

Siapa saja mereka?

1. Emil Audero Mulyadi

Kiper Sampdoria, Emil Audero Mulyadi tampil di Liga Italia. [Miguel MEDINA / AFP]

Nama pertama adalah kiper Sampdoria, Emil Audero Mulyadi, yang secara terang-terangan menolak membela Timnas Indonesia.

Penolakan ini keluar dari mulut sang ayah, Edy Mulyadi, yang menyebutkan anaknya bermimpi bermain di Piala Dunia.

2. Pascal Struijk

Pascal Struijk adalah bek milik kontestan Liga Inggris, Leeds United. Ia memiliki darah Indonesia dari kakek dan nenek sang ayah yang berdarah Indonesia.

Meski punya darah keturunan, Struijk enggan membela Indonesia. Pasalnya, ia memiliki kesempatan bermain di tim nasional yang lebih mumpuni seperti Belanda dan Belgia.

3. Daniel Klein

Daniel Klein merupakan kiper yang bermain di klub Jerman, yakni Augsburg. Diketahui, ia memiliki garis keturunan dari Bali.

Daniel Klein sendiri sempat ditawari untuk membela Indonesia. Namun ia menolaknya karena memilih fokus meniti kariernya.

4. Kevin Diks

Kevin Diks resmi bergabung klub raksasa Denmark, FC Copenhagen. (Dok. FC Copenhagen)

Kevin Diks merupakan bek andalan dari raksasa Liga Denmark, yakni FC Copenhagen. Ia sempat didekati PSSI karena memiliki darah keturunan Indonesia.

Sempat bersedia membela Indonesia, Kevin Diks kemudian mundur dari proses naturalisasi karena tak adanya izin dari orang tuanya.

5. Mees Hilgers

Sama seperti Kevin Diks, Timnas Indonesia pun mendapat penolakan dari bek keturunan lainnya yang berasal dari Belanda, Mees Hilgers.

Mirip kasus Kevin Diks, bek tengah yang membela FC Twente ini sempat tertarik membela Indonesia sebelum akhirnya tak mendapat izin dari orang tuanya.

6. Jordy Wehrmann

Jordy Wehrmann merupakan pemain keturunan yang diminati langsung oleh Shin Tae-yong karena kebutuhannya akan penyerang top.

Namun ajakan untuk bergabung Timnas Indonesia tak ditanggapi oleh pemain keturunan ini. Bahkan respons pun tak kunjung hadir hingga saat ini.

7. Tijjani Reijnders

Gelandang AZ Alkmaar Tijjani Reijnders. [Instagram/@tijjanir]

Tijjani Reijnders adalah gelandang keturunan Indonesia yang kini bermain bersama tim kasta teratas Liga Belanda, AZ Alkmaar.

Sempat didekati, Tijjani Reijnders dengan halus menolak ajakan membela Indonesia karena ingin menembus Timnas Belanda.

8. Ragnar Oratmangoen

Tak hanya Jordy Wehrmann, Shin Tae-yong juga meminta PSSI menaturalisasi Ragnar Oratmangoen yang bermain di Liga Belanda.

Namun minat Shin Tae-yong harus bertepuk sebelah tangan setelah sang pemain memberi penolakan, meski tak menutup pintu membela Indonesia di kemudian hari.

9. Jayden Oosterwolde

Jayden Oosterwolde adalah bek kiri yang kini berkiprah di kasta kedua Liga Italia bersama tim legendaris, Parma.

Ia merupakan pemain keturunan yang memiliki darah Indonesia dan Suriname. Hingga saat ini, Oosterwolde masih berusaha menembus Timnas Belanda.

10. Andri Syahputra

Berbeda dengan pemain lainnya di daftar ini, Andri Syahputra adalah pemain lokal yang lahir di Aceh, tapi besar dan tumbuh di Qatar.

Meski kental dengan darah Indonesia, Andri Syahputra pernah menolak ajakan Timnas U-19 dan memilih menjadi bagian Timnas Qatar.

Kontributor: Eko