Galih Prasetyo
Rafael Struick saat membela Timnas Indonesia U-20. (Dok. PSSI)

Gol.bolatimes.com - Calon pemain naturalisasi Indonesia, Rafael Struick mengawali tahun ini dengan tidak cukup baik. Di klubnya, ADO Den Haag, Struick kurang mendapat kepercayaan dari pelatih Dick Advocaat. 

Dick Advocaat melatih ADO setelah menggantikan Dirk Kuyt yang dipecat. Selama melatih ADO, Dick belum melirik kemampuan pemain yang bakal dinaturalisasi oleh Timnas Indonesia tersebut. 

Padahal Rafael Struick pada akhir Desember 2022 mampu tunjukkan permainan di laga uji coba. Saat ADO melawan FC Utrecht pada 23 Desember 2022, Dick Advoccat menurunkan dua pemain muda, Rafael Struick dan Nick Broekhuizen. 

Baca Juga:
PSSI Pastikan Justin Hubner, Ivar Jenner, dan Rafael Struick Siap Dinaturalisasi untuk Timnas Indonesia U-20

Mendapatkan menit bermain bersama tim utama, Rafael Struick saat itu menolong ADO terhindar dari kekalahan dari FC Utrecht. Kedua tim bermain imbang 4-4. 

Salah satu media lokal Belanda, haaglandenvoetbal.nl menyebut bahwa laga uji coba itu bisa jadi kesempatan untuk Rafael Struick menembus tim utama ADO Den Haag. 

Sayangnya Dick Advocaat belum menaruh kepercayaan kepada pemain 19 tahun tersebut. Namun yang menarik, Dick Advocaat justru lebih percaya pada pemain keturunan Indonesia lainnya di skuat ADO. 

Baca Juga:
Anaknya Segera Dinaturalisasi Timnas Indonesia U-20, Ibunda Rafael Struick Bangga

Ialah gelandang Jordy Wehrmann yang lebih mendapat kepercayaan dari Dick Advocaat untuk bermain bersama tim utama ADO. 

Jordy Wehrmann dalam lanjutan Eerste Divisie melawan Dordrecht dimainkan Dick sebagai pemain pengganti. Jordy bahkan pada musim ini telah bermain sebanyak 11 pertandingan bersama ADO Den Haag. 

Dari 11 pertandingan itu, Jordy mampu mencetak 1 gol saat ADO bermain imbang 2-2 melawan De Graafshap pada pekan ke-12. 

Baca Juga:
Profil Michael Mulder, Pemain Israel yang Soroti Naturalisasi Rafael Struick ke Timnas Indonesia

Jordy memiliki darah Indonesia yang berasal dari sang ibu.

“Karena asal ibunya adalah orang Indoensia dan darah Indonesia mengalir di nadinya. Saudaranya Jasey (14 tahun) pernah menjadi pemain di akademi Sparta Roterdam. Jasey saat ini tercatat menjalani karier di RKDEO di Nootdorp bersama adiknya, Jowen Wehrmann,” tulis salah satu media Belanda. 

Baca Juga:
Rafael Struick Dapat 'Peringatan' dari Ketum PSSI Jelang Dinaturalisasi