Galih Prasetyo
Pelatih Timnas Indonesia, Shin Tae-yong, bersimpuh melihat Witan Sulaeman gagal cetak gol ke gawang kosong Thailand. (Dok. RCTI)

Gol.bolatimes.com - PSSI konon menggelontorkan dana hampir Rp2 miliar untuk gaji Shin Tae-yong. Ketum PSSI, Mochamad Iriawan alias Iwan Bule pernah mengatakan pihaknya membayar untuk gaji kotor pelatih asal Korsel itu Rp1,1 miliar. 

Gelontoran dana miliaran rupiah yang telah dibayarkan PSSI kepada Shin Tae-yong belum membuahkan hasil. Empat tahun melatih Timnas Indonesia, Shin belum memberikan prestasi. 

Terakhir, ia tak mampu membawa Timnas Indonesia ke partai final Piala AFF 2022. Timnas Indonesia kalah dari Vietnam di babak semifinal. 

Baca Juga:
Soroti Sedikitnya Tendangan On Target Indonesia ke Gawang Vietnam, Shin Tae-yong bakal Lakukan Ini

Sebelumnya, PSSI juga dikabarkan dana miliaran rupiah untuk menggaji Luis Milla. Dengan estimasi Rp2 milliar, kira-kira adakah pelatih kelas Eropa yang bisa menggantikan Shin Tae-yong? 

Faktanya, ada sejumlah pelatih muda di Eropa yang memiliki nilai cukup 'murah' untuk bisa saja direkrut PSSI untuk gantikan Shin Tae-yong, beriku ulasannya

Jocelyn Gourvennec

Baca Juga:
3 Faktor yang Bisa Membuat Shin Tae-yong Dipecat dari Pelatih Timnas Indonesia

Nama pertama ialah pelatih asal Prancis, Jocelyn Gourvennec. Ia memang bukan pelatih top di Ligue 1, namun ia sempat melatih klub sebesar Bordeuax. 

Saat ini, Gourvennec berstatus tanpa klub. Ia terakhir melatih Lille pada 2021. Dari 49 pertandingan bersama Lille, ia menorehkan 19 kemenangan, 15 kali imbang dan 15 kali kalah. 

Gourvenec bukan pelatih tanpa gelar. Ia meraih dua gelar selama melatih di Ligue 1. Pada 2013-14, ia sukses membawa Guingamp meraih gelar Piala Prancis. 

Baca Juga:
3 Alasan PSSI Harus Pertahankan Shin Tae-yong usai Gagal di Piala AFF 2022

Musim lalu sebelum dipecat oleh Lille, ia mempersembahkan gelar Piala Super Prancis. Hebatnya di partai final, ia membawa timnya mengalahkan tim bertabur bintang PSG dengan skor 1-0. 

Jika menilik dari gaji, Gourvennec cukup bisa didatangkan PSSI sebagai pengganti Shin Tae-yong. Dikutip dari L'Equipe, gaji Gourvenec dikisaran 130 Euro atau setara dengan Rp2,1 miliar. 

Patrick Kluivert

Baca Juga:
Suporter Vietnam Terang-terangan Bully Shin Tae-yong dari Tribun Penonton: Pak Shin, Apa Anda Ingat?

Nama kedua ialah mantan bomber Timnas Belanda, Patrick Kluivert. Ia memang masih hijau sebagai pelatih. Kluivert saat ini berstatus tanpa klub. 

Tim terakhir yang ia latih ialah Curacao, tim dari Karibia yang beberapa waktu lalu dikalahkan Timnas Indonesia. 

Sebelum melatih Curaco, pelatih yang sudah memiliki lisensi Pro UEFA ini pernah menjadi manajer akademi Barcelona serta asisten pelatih Kamerun. 

Memiliki rekam jejak sebagai orang yang melatih pemain muda Barcelona, Kluivert tentu akan sangat berguna jika melatih Timnas Indonesia, utamanya untuk pengembangan usia muda. 

Lantas bagaimana dengan soal gaji? Dikutip dari zgr.net, estimasi dari gaji Kluivert ialah 32ribu dollar AS per bulan atau 8000 dollar AS per pekan. 

Artinya PSSI mengeluarkan dana sekitar Rp1,9 miliar per bulan jika ingin mendatangkan Kluivert sebagai pengganti Shin Tae-yong. 

Teddy Sheringham

Selanjutnya ada legenda Manchester United, Teddy Sheringham. Saat ini, Sheringham juga berstatus tanpa klub. 

Setelah pensiun sebagai pemain, Sheringham mencoba peruntungan menjadi pelatih. Ia sempat menjadi pelatih-penyerang di West Ham United pada 2014. 

Setahun kemudian, Sheringham pernah menjabat pelatih di klub kasta keempat Liga Inggris, Stevenage FC. Menariknya, sepak bola Asia bukan hal baru bagi Sheringham. 

Ia sempat melatih klub India, ATK pada 2017 hingga 2018. Sebagai pelatih muda, Sheringham juga memiliki nilai tidak terlalu tinggi. 

Mengutip dari Irishtimes.com, Tottenham yang sempat ingin mendatangkan Sheringham sebagai pelatih mendapat tawaran gaji sebesar 13ribu poundsterling atau sekitar Rp200 juta per pekan. 

Jika nilainya tidak berubah, PSSI sebenarnya cukup masuk akal untuk bisa datangkan Sheringham. Tiap bulan, PSSI hanya keluarkan Rp832 juta.