hitekno.com - Presiden FIFA Gianni Infantino memberikan sinyal bakal menjadikan Piala AFF sebagai kompetisi resmi FIFA. Hal itu ia sebutkan ketika menjadi tamu undangan pada Final Piala AFF 2022 antara Thailand vs Vietnam di Stadion Thammasat, Senin (16/1/2023).
Dilansir dari Zing News, Rabu (18/1/2023), lampu hijau yang dilayangkan Presiden FIFA ini tak lain karena melihat perkembangan kompetisi se-Asia Tenggara itu.
Tak hanya itu, antusiasme para pendukung membuatnya kagum bahwa sepakbola Asia Tenggara sudah menunjukkan ke mata dunia dengan level yang meningkat.
"Piala AFF harus ditingkatkan menjadi turnamen FIFA. Tentu kami harus memastikan dulu kompetisi ini berkembang," terang dia.
Gianni Infantino juga menyebutkan, Piala AFF akan berkembang ketika mendapat dukungan dari FIFA. Tak hanya itu, para pemain akan mendapat banyak peluang bermain di level dunia.
"Kita bekerjasama, pasti Piala AFF akan semakin besar dengan persetujuan FIFA ke depan," terang Gianni Infantino.
Selain itu, paradigma para suporter Asia Tenggara terhadap Piala AFF sudah mulai berubah. Tak sedikit yang menganggap kompetisi ini sudah menjadi agenda penting untuk timnas masing-masing.
Untuk diketahui, sepanjang gelaran Piala AFF sejak resmi bergulir tahun 1996-2022, kompetisi ini tidak masuk dalam agenda FIFA. Bukan sebagai kompetisi resmi dari FIFA, menyebabkan sejumlah klub enggan melepas para pemain yang diandalkan di timnas masing-masing.
Problem itu dirasakan betul oleh Timnas Indonesia yang terasa pincang tanpa kehadiran pemain seperti Elkan Baggott dan juga Sandy Walsh.
Elkan Baggott awalnya tak mendapat restu dari klubnya (Gillingham FC) untuk membela Timnas Indonesia. Meski pada akhirnya Indonesia lolos ke semifinal, Elkan memilih untuk tetap bertahan di klub, padahal mendapat izin bertolak ke tanah air.
Begitupun Sandy Walsh, pemain naturalisasi ini sebenarnya sudah mengikuti pemusatan latihan di Bali. Menjelang Piala AFF bergulir, Walsh justru ditarik paksa klubnya, KV Mechelen.
Alasannya, klub membutuhkan performa Sandy Walsh untuk menjauh dari zona degradasi yang bisa membahayakan rekan setimnya.
Dengan status Piala AFF menjadi resmi tersebut, kuat dikatakan pemain-pemain milik Timnas Indonesia tidak akan bisa menolak. Pasalnya kompetisi resmi dari FIFA mempengaruhi ranking FIFA di masing-masing tim.
Terpopuler
-
Calvin Verdonk Cetak Sejarah Baru Dalam Skuad Liga Champions Eropa
-
Alasan Mees Hilgers Belum Diturunkan SC Heerenveen di Eredivisie
-
Piala Dunia Wanita 2035 Jadi Fokus Utama Pembinaan MLSC di Semarang
-
Dapat Klub Baru, Bagaimana Nasib Mees Hilgers di Timnas Indonesia?
-
Yoshimi Ogawa Ungkap Kenapa Wasit Asing Tak Lagi Rutin di Super League 2026/2027
Terkini
-
Tak Jadi Susul Indonesia di Piala Dunia U-17 2023, Pelatih Thailand Minta Maaf
-
Asnawi Mangkualam Ditawarkan ke Tottenham Hotspur, Dianggap Lebih Baik dari Bek Kanan Brasil Ini
-
Usai Dicoret Timnas Belanda U-21, Justin Hubner Kembali Lempar Kode untuk Indonesia
-
Tak Hafal Lagu Kebangsaan, Media Malaysia Bandingkan Nasionalisme Pemain Naturalisasinya dengan Indonesia
-
Lionel Messi Tak jadi Datang ke Indonesia, Pelatih Argentina Beberkan Alasannya