Gagah Radhitya Widiaseno
Putra Delta Sidoarjo vs Persewar di Liga 2 2022/2023. (Dok. PDS)

Gol.bolatimes.com - Salah satu organisasi perwakilan atlet sepak bola seluruh dunia, FIFPRO, meminta FIFA dan AFC untuk turut tangan menyelidiki kasus di Indonesia terkait wacana Liga 2 dan Liga 3 dihentikan.

Wakil Sekretaris Jenderal FIFPRO, Simon Colosimo mengungkapkan kalau FIFA dan AFC harus turun tangan.

Hal ini lantaran keputusan pemberhentian Liga 2 dan 3 ini memiliki dampak serius khususnya pada kehidupan dan mata pencaharian sekitar 700 pemain sepak bola profesional di Liga 2.

Baca Juga:
Selain Rezaldi Hehanusa, Ini 7 Bek Persija yang Membelot ke Persib

“FIFA dan AFC harus turun tangan karena keputusan mengerikan ini berdampak serius pada kehidupan dan mata pencaharian sekitar 700 pemain sepak bola profesional yang dikontrak klub Liga 2 di Indonesia,” ujarnya dalam laman resmi.

Seperti diketahui, Liga 2 dan Liga 3 Indonesia dihentikan buntut dari Tragedi Kanjuruhan.

Baca Juga:
Pemain Belanda Didoakan Gabung Timnas usai Komentari Shayne Pattynama yang Sah jadi WNI, Siapa Dia?

Hal ini tidak berlaku untuk BRI Liga 1 yang tetap berlanjut meski dengan berbagai kritik yang dilontarkan.

Belakangan diketahui, PSSI mengumumkan, Liga 2 akan dilanjutkan pada Januari 2023 meski hingga kini belum ada kejelasan terkait hal itu.

APPI selaku organisasi pemain sepakbola dalam negeri turut bersuara terkait hal ini, mereka menyebut, keputusan PSSI tersebut berdampak pada 700 atlet profesional.

Baca Juga:
Resmi ke Jeonnam Dragons, Asnawi Mangkualam bakal Jadi Rival Anak Shin Tae-yong di K League 2

FIFPRO menegaskan, FIFA dan AFC harus segera menangani hal ini dan turun tangan guna menemukan solusi terkait masalah sepakbola di Indonesia.