Rauhanda Riyantama
David Balda bersama dua pemain FK Senica Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman. (Instagram/@davidbalda)

Gol.bolatimes.com - Bak sejoli yang tak terpisahkan, karier Witan Sulaeman dan Egy Maulana Vikri memasuki babak baru karena tak lagi di Eropa setelah memilih pulang ke kampung halaman.

Bermodal banyak pengalaman dari sepak bola Eropa, Egy dan Witan kembali meramaikan khasanah persepak bolaan Tanah Air lewat kompetisi kasta tertinggi, Liga 1.

Egy yang mengawali kariernya bersama Persab Brebes di Piala Suratin, sempat merasakan satu tim bersama Witan Sulaeman di FK Senica.

Baca Juga:
Profil Jayden Oosterwolde, Pemain yang Tolak Timnas Indonesia Kini Gabung Fenerbahce

Sejak 2016 keduanya memang belum lagi berada di satu klub yang sama, kecuali di level tim nasional mulai dari U-19 hingga senior selalu jadi andalan.

Waktu demi waktu yang berlalu membuat kisah tersendiri atas persahabatan keduanya, hingga di awal tahun 2023 keputusan besar diambil.

Bak kembali ke masa lalu saat keduanya menjadi kakak dan adik kelas di Sekolah khusus Olahraga (SKO) Ragunan di Jakarta.

Baca Juga:
5 Negara Top yang Absen di Piala Dunia U-20 2023, Termasuk Argentina

Egy sebagai kakak tingkat dan Witan sebagai adik tingkatnya, tiga tajun dilalui bersama-sama di kawah candradimuka khusus untuk atlet.

Sebelum keduanya bermain untuk Persab Brebes di Piala Suratin 2016, tak tanggung-tanggung keduanya sukses mempersembahkan gelar juara.

Egy bahkan menyabet gelar pemain terbaik sekaligus pencetak gol terbanyak dengan 22 gol, termasuk di partai final saat berjumpa Askot Balikpapan di Stadion Manahan, Solo.

Baca Juga:
Belum Kepikiran Pensiun, Ilija Spasojevic Berambisi Bela Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 dan Piala AFF 2024

Pemain Timnas Indonesia, Egy Maulana Vikri dan Witan Sulaeman. (Instagram/@egymaulanvikri)

Gelar juara semakin lengkap dengan disabetnya gelar tim paling fair-play, langkah besar yang membuat keduanya kembali dipersatukan di timnas U-19.

Di bawah komando Indra Sjafri, Egy dan Witan semakin menggila hingga melambungkan nama mereka ke lintas Eropa.

Pada 2018, Egy bergabung klub kasta tertinggi kompetisi sepak bola Polandia, Lechia Gdansk dengan gimmick pemberian nomor punggung 10 dari klub tersebut.

Baca Juga:
Update Ranking BWF: Geser Anthony Ginting, Jonatan Christie Tembus Ranking Dua Dunia

Hingga pada akhirnya berujung jarang diberikannya kesempatan bermain selama beberapa tahun hingga hijrah ke Slovakia.

Setahun setelah Egy mencoba 'menginvasi' Eropa lewat kepopulerannya di media sosial, Witan menyusul bergabung dengan FK Radnick Surdulica.

Sempat merasakan gabung Lechia Gdansk meski pada akhirnya terusir, hingga merasakan status tanpa klub sebelum pulang ke Tanah Air.

Di awal tahun 2023, Egy resmi bergabung Dewa United, sementara Witan berlabuh ke Persija Jakarta, pengumuman perekrutan kedua pemain ini hanya selisih beberapa jam.

Kontributor: Eko