bolatimes.com - Setidaknya 70 nyawa melayang dan ribuan lainnya mengalami luka-luka dalam tragedi berdarah yang terjadi pada tanggal 1 Februari 2012 di Stadion Port Said, Mesir.
Siapa sangka laga yang paling ditunggu saat itu antara Al-Masry vs Al-Ahly justru berakhir dengan tragedi berdarah yang membuat nyaris ratusan orang meregang nyawa.
Sementara ribuan suporter lainnya mengalami luka-luka, akibat bentrok suporter yang pecah di tengah pertandingan sedang berlangsung.
Diawali dengan invasi suporter Al-Masry ke tribun suporter lawan, selain itu mereka juga menyerbu lapangan yang dipenuhi para pemain kedua kubu.
Usut punya usut, kerusuhan yang terjadi bukan dendam antarsuporter, pemicu tragedi ini justru berasal dari pihak kepolisian.
Banyak yang menyebut jika penyebab kerusuhan disebabkan karena situasi politik, tuduhan terhadap pihak kepolisian dan angkatan bersenjata.
Kedua pihak tersebut dinilai telah melakukan konspirasi untuk memberi hukuman terhadap suporter Al-Ahly, karena sikap kritis terhadap kedua pihak tersebut usai revolusi Mesir.
Ultras Ah-Ahly merupakan salah satu kelompok masyarakat yang disebut paling vokal menyuarakan seruan untuk menjatuhkamn rezim Hosni Mubarak.
Mereka termasuk dalam golongan seperti Ikhwanul Muslimin, James M. Dorsey lewat artikel yang diterbitkannya menilai adanya situasi janggal yang sudah berlangsung lama.
Mulai dari tidak adanya screening dari pihak keamanan yang ketat terhadap suporter sebelum masuk stadion, kemudian pembiaran pembentangan spanduk provokatif.
Selain itu banyak ujaran kebencian disertai ancaman pembunuhan dari suporter Al-Masry terhadap dan Al-Ahly, namun hal itu juga dibiarkan pihak keamanan.
Secara tiba-tiba, pengadilan Mesir kemudian memberi hukuman terhadap 73 terdakwa yang terdiri dari petugas polisi, ofisial klub Al-Masry.
Menariknya, 11 orang suporter Al-Masry menjadi korban atas tragedi tersebut setelah dijatuhi hukuman mati oleh pengadilan.
Tag
Terpopuler
-
Penyelamatan Gemilang Maarten Paes Raih Pujian dari Ajax Amsterdam
-
Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Calvin Verdonk Cetak Sejarah Baru Dalam Skuad Liga Champions Eropa
-
Alasan Mees Hilgers Belum Diturunkan SC Heerenveen di Eredivisie
-
Piala Dunia Wanita 2035 Jadi Fokus Utama Pembinaan MLSC di Semarang
Terkini
-
Tak Jadi Susul Indonesia di Piala Dunia U-17 2023, Pelatih Thailand Minta Maaf
-
Asnawi Mangkualam Ditawarkan ke Tottenham Hotspur, Dianggap Lebih Baik dari Bek Kanan Brasil Ini
-
Usai Dicoret Timnas Belanda U-21, Justin Hubner Kembali Lempar Kode untuk Indonesia
-
Tak Hafal Lagu Kebangsaan, Media Malaysia Bandingkan Nasionalisme Pemain Naturalisasinya dengan Indonesia
-
Lionel Messi Tak jadi Datang ke Indonesia, Pelatih Argentina Beberkan Alasannya