Muhammad Ilham Baktora
Menteri BUMN Erick Thohir. [ANTARA/HO-Kementerian BUMN/pri]

Gol.bolatimes.com - Calon Ketum PSSI, Erick Thohir semakin bergeliat untuk bisa menarik perhatian masyarakat termasuk para pemilik suara. Erick Thohir berjanji untuk membersihkan sepak bola dari tangan-tangan nakal di Indonesia.

Erick Thohir memiliki sejumlah langkah besar untuk membenahi sepak bola Indonesia. Salah satunya membenahi paradigma para wasit di Indonesia.

"Sepak bola di Indonesia perlu solusi jadi bukan membuka kesalahan-kesalahan lama. Misal, wasit, saya ingin jadi Ketum PSSI pertama yang datang ke rumah wasit untuk melihat. Agar mereka juga menjadi bagian dari pembangunan sepak bola ini," terang Erick dikutip dari Suara.com, Minggu (12/2/2023).

Baca Juga:
Yunus Nusi Tak Ingin Ada Praktik Politik Uang di Kongres Luar Biasa PSSI

Erick mencoba untuk menyasar dari akar rumput juga termasuk para suporter klub. Nantinya ada agenda sarasehan besar untuk memberikan paparan terkait jalannya liga dan pertandingan.

"Jadi kita ingin kumpulkan mereka supaya lebih tahu apa yang boleh dan tidak boleh. Saya juga tahu banyak suporter yang kecewa terlebih dulu dengan hasil skor sebelum bertanding.

Lebih lanjut, Erick menilai dalam upaya membenahi PSSI, tak perlu untuk menunjuk siapa yang salah dan benar hingga kondisi sepak bola Indonesia dipandang sebelah mata oleh masyarakatnya sendiri.

Baca Juga:
Striker Legendaris Indonesia Berharap Erick Thohir Jadi Ketum Baru PSSI, Alasannya Jelas

"Ada kiat untuk membangun sepak bola. Jadi dari bawah bukan dari atas. Kita perlu tahu apa masalahnya. Sehingga Ketua Umum tak sekadar melontarkan visi-misi, melainkan mewakili visi dan misi komunitas sepak bola itu sendiri," kata Erick.

Untuk diketahui, dalam waktu dekat PSSI akan menggelar Kongres Luar Biasa (KLB). Agenda itu dihelat pada 16 Februari nanti.

Pada agenda itu juga, Ketum PSSI perioden 2023-2027 akan segera ditentukan, mengingat masa jabatan Ketum PSSI, Mochamad Iriawan akan berakhir.

Baca Juga:
Keaktifan Erick Thohir di Sepak Bola Nasional Digugat, KP PSSI: Tidak Langgar Statuta