Gol.bolatimes.com - Direktur Teknik PSSI, Indra Sjafri, menjelaskan bahwa Tajikistan hampir pasti jadi lawan Timnas Indonesia pada Maret mendatang, sementara Bolivia masih alot.
PSSI masih bernegosiasi dengan Bolivia. Namun, kemungkinan bisa gagal karena ada Arab Saudi yang mengajak Bolivia juga untuk uji coba. Terlebih dengan tawaran 'match fee' yang lebih besar.
"Sepertinya Tajikistan sudah oke. Namun, Bolivia tampaknya mendapatkan tawaran dari Arab Saudi dengan 'match fee' lebih besar," kata Indra Sjafri dikutip dari Antara, Selasa (14/2/2023).
"Jadi kami terus bernegosiasi dengan mereka. Kalau tidak bisa, kami akan cari lawan lain yang selevel (dengan Bolivia-red)."
Menurut Indra Sjafri jumlah "match fee" atau upah pertandingan menjadi salah satu penentu ketika mengundang negara yang berperingkat 100 FIFA atau di atasnya seperti Bolivia.
Per 22 Desember 2022, Bolivia memang menduduki posisi ke-82 di peringkat FIFA. Adapun Tajikistan duduk di anak tangga ke-108, sementara Indonesia di posisi ke-151 FIFA.
"Negara-negara di posisi 100 ke atas di peringkat FIFA biasanya sudah memasang tarif laga. Mereka meminta 'match fee' yang tidak sedikit," kata Indra, tanpa memberitahukan berapa nilai "match fee" yang ditawarkan PSSI untuk Bolivia.
PSSI memang sengaja memilih tim-tim dengan peringkat tinggi untuk menghadapi Timnas Indonesia dalam FIFA Matchday. Tujuannya adalah mendongrak peringkat dengan syarat mampu mengalahkan lawan-lawannya itu.
Pada FIFA Matchday September 2022, Timnas Indonesia sukses mengalahkan Curacao dua kali di Tanah Air. Mereka menekuk tim yang saat itu berperingkat 84 FIFA itu dengan skor 2-1 dan 3-2.
Indra Sjafri yang kini dtunjuk menjadi pelatih Timnas Indonesia U-22 di SEA Games 2023 sempat mengatakan bahwa PSSI berusaha menggelar dua laga FIFA Matchday Maret 2023 di Indonesia.
Andai mampu menundukkan lawan pada laga persahabatan bulan Maret 2023, posisi Indonesia di peringkat FIFA bisa terdongkrak.
Tim asuhan pelatih Shin Tae-yong saat ini cuma menduduki peringkat lima terbaik di peringkat FIFA jika dibandingkan negara-negara lain di kawasan Asia Tenggara (AFF).
Timnas Indonesia yang berposisi 151 dunia berada di bawah Vietnam (96), Thailand (111), Filipina (134) dan Malaysia (145).
Berita Terkait
-
Mees Hilgers Menghilang Saat FC Twente Digebuk Eliano Reijnders Dkk
-
Sassuolo: Dari Seluruh Keluarga Neroverde, Selamat Datang, Jay Idzes!
-
Justin Hubner: Saya Merasa Seperti Cristiano Ronaldo!
-
Jay Idzes Menuju Torino: Gaji Fantastis Menanti dan Rekor Sejarah Tercipta
-
Timnas Indonesia U-17 Siap Uji Nyali di Medan! Nova Arianto: Kami Sangat Butuh
-
Serie A Pangkas Gaji 25% Saat Degradasi: Nasib Jay Idzes di Venezia Terancam?
-
Timnas Indonesia U-17 Menuju Qatar: Piala Kemerdekaan 2025 Jadi Panggung untuk Eizar Jacob Cs
-
Son Heung-Min ke LAFC: Rekor Transfer MLS Pecah, Ancaman Baru Maarten Paes
-
Kebijakan Kontroversial FC Twente: Masa Depan Mees Hilgers Jadi Sorotan!
-
Masa Depan Jay Idzes Tergantung Kerja Davide Vagnati, Siapa Dia?
Terkini
-
Pemain asal Mali Jadi Raja Tarkam di Indonesia, Bayaran Per Laga Rp 2-4 Juta
-
Xavi Hernandez Full Senyum, Barcelona Tampilkan Permainan Terbaik di Laga Pramusim
-
Link Live Streaming Timnas Indonesia U-17 vs Barcelona Malam Ini
-
Beda Nasib Pemain Naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda, Cuma Satu yang Promosi ke Tim Utama
-
Kabar Pemain Abroad Timnas Indonesia: Elkan Baggott Berpeluang Batal Dipinjamkan, Rafael Struick Masuk Tim Utama
-
Hasil Drawing Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia: Indonesia vs Brunei Darussalam, Singapura vs Guam
-
Pesan Striker Timnas Indonesia U-19 Jelang Hadapi Thailand di Semifinal Piala AFF U-19 Wanita 2023
-
Beda Nasib dengan Asnawi Mangkualam, Striker Vietnam Sulit Bersinar di Kampung Halaman Shin Tae-yong
-
Pujian Selangit Eks Pelatih Timnas untuk Jebolan Garuda Select yang Cetak Gol Debut di BRI Liga 1
-
Klub Eropa Umumkan Lepas Bek Jebolan Timnas Indonesia U-20, Keadaan Keluarga Jadi Alasan