Rauhanda Riyantama
Ali Sunan saat berduel dengan Aji Santoso di laga PSIS Semarang vs Persebaya Surabaya. (Twitter/@MemoriLigina)

Gol.bolatimes.com - Legenda PSIS Semarang yang juga pernah membela Persija Jakarta, Ali Sunan, ternyata punya kebiasaan aneh saat masih aktif sebagai pesepakbola.

Dalam wawancaranya di kanal YouTube Omah Balbalan, Ali Sunan mengaku bahwa dirinya hobi mengonsumsi daging dan darah ular kobra.

Diakui olehnya kebiasaan ini dilakukan untuk menjaga stamina dan kebugarannya .Tentu saja, hal ini cukup aneh dan jarang ditemui.

Baca Juga:
Hasil Liga Champions: Josko Gvardiol Cetak Gol, RB Leipzig Tahan Imbang Manchester City 1-1

Ali Sunan juga menyebut bahwa kebiasaannya mengonsumi daging dan darah ular kobra ini dimulai pertama kali saat memperkuat PKT Bontang.

“Saya merasa lebih bugar setelah itu. Akhirnya saya rutin melakukan kebiasaan itu. Tapi, setelah pensiun, saya hentikan," ungkap Ali Sunan, dikutip dari kanal Youtube Omah Balbalan.

“Waktu itu di Hongkong, ada dokternya juga. Saya diajari makan daging dan darahnya juga di Hong Kong waktu itu sebagai antibodi supaya tidak terjangkit penyakit-penyakit,” jelasnya.

Baca Juga:
Hasil Babak 16 Besar Liga Champions: Inter Milan Bungkam FC Porto, Man City Diimbangi RB Leipzig

Lantas, siapa sebetulnya Ali Sunan ini? Berikut ulasanya!

Profil Ali Sunan Legenda PSIS Semarang

Ali Sunan adalah mantan pesepakbola Indonesia yang lahir di Lamongan, pada 1 November 1970. Di era 90-an, ia disebut sebagai salah satu gelandang terbaik di Indonesia.

Baca Juga:
Hasil Liga Champions: Romelu Lukaku Cetak Gol, Inter Milan Menang Tipis Lawan Porto 1-0

Semasa bermain dulu, Ali Sunan membawa Tunggal Dara meraih gelar Piala Galakarya 1988 dan menjadi pemain terbaik di sana.

Karier profesional Ali Sunan kemudian berlangjut di Kalimantan dengan bergabung ke PKT Bontang pada 1991. Total ia membela PKT Bontang selama empat musim.

Setelah dari sana, Ali Sunan pindah ke PSIS Semarang pada 1998 dan langsung memberikan gelar juara Liga Indonesia 1998/99, ia juga dinobatkan sebagai pemain terbaik.

Baca Juga:
Detik-detik Edin Dzeko Adu Mulut dengan Andre Onana, Apa yang Mereka Ributkan?

Setelah dari PSIS, Ali Sunan kemudian merantau ke Ibukota untuk membela Persija Jakarta. Bersama Macan Kemayoran, Ali Sunan menembus semifinal Liga Indonesia 1999/20.

Usai dari Persija Jakarta, Ali Sunan sempat melanjutkan kariernya di Pesela Lamongan sebagai tim kampung halaman, lalu ke PS Blitar, Persema Malang, dan terakhir di PSJS Jakarta Selatan sebelum memutuskan pensiun.

Selama berkarier sebagai pesepakbola, Ali Sunan juga sempat merasakan panggilan Timnas Indonesia. Ia pertama kali membela Timnas pada Juli 1999 di laga melawan Kamboja.

Namun Ali Sunan memutuskan pensiun dari Timnas Indonesia hanya beberapa bulan setelahnya dengan mencatatkan 10 penampilan dan torehan dua gol di semua ajang.

Kontributor: Aditia Rizki Nugraha