Muhammad Ilham Baktora
Pemain Timnas Indonesia U-20, Dzaky Asraf berebut bola dengan pemain Guatemala U-20 di turnamen mini internasional, Selasa (21/2/2023). (Twitter/@AmericaDeporte1)

Gol.bolatimes.com - Timnas Indonesia U-20 akan bertarung di Piala Asia U-20 2023. Hokky Caraka dkk akan mengawali laga perdananya menghadapi Irak U-20 pada 1 Maret 2023.

Skuad Garuda Nusantara memang tak dalam komposisi full team yang diharapkan Shin Tae-yong. Meski begitu, mereka masih memiliki peluang untuk lolos dari fase grup dan masuk ke semifinal.

Berikut tujuh alasan Timnas Indonesia U-20 bisa lolos difase grup Piala Asia U-20.

Baca Juga:
Lionel Messi Sabet FIFA The Best 2022, Shin Tae-yong Pilih Kevin de Bruyne

1. Tekad pemain muda

Skuad Garuda Nusantara memang menelan kekalahan di dua laga terakhirnya pada turnamen mini internasional yang dihelat tiga hari selama Februari pekan lalu.

Indonesia U-20 kalah dari Selandia Baru U-20 dengan skor 1-2 dan kalah dari Guatemala dengan skor 0-1.

Baca Juga:
Polesan Pelatih Malaysia Bikin Saddil Ramdani Makin Gacor, Dilatih Shin Tae-yong Kok Melempem?

Selebrasi Timnas Indonesia U-20 usai menghanjurkan Fiji 4-0. (Dok. PSSI)

Meski begitu, Arkhan Fikri dkk menunjukkan permainan yang baik. Serangan yang dilakukan dan enggan membuat drama di lapangan menjadi tekad mereka dalam menatap Piala Asia U-20 ini sebagai laga penting.

2. Diisi pemain bertalenta

Memiliki pemain yang bertalenta dari tiap klub menjadi sekian alasan Shin Tae-yong bisa membawa tim lolos ke fase grup. Hal itu terlihat dari permainan anak asuhnya yang cukup bersaing ketika menghadapi lawannya dari luar negeri.

Baca Juga:
Aksi 'Petik Mangga' Teja Paku Alam di Laga Barito vs Persib Jadi Trending

Tak dipungkiri bahwa masih harus ada bagian lini yang dimatangkan oleh Shin Tae-yong. Selain itu kekurangan dalam finishing juga harus dibenahi.

3. Diakui pemain lawan

Beberapa pemain lawan saat turnamen mini internasional bahkan sampai pelatih Selandia Baru memberikan apresiasi terhadap Timnas Indonesia U-20.

Hugo Samir salah satunya, pemain Persis Solo Youth ini mendapa pujian dari Pelatih Selandia Baru usai pertandingan tersebut.

4. Diperkuat pemain keturunan

Pemain keturunan di Timnas Indonesia Hugo Samir dan Ronaldo Kwateh. (Instagram/@pssi)

Hugo Samir dan Ronaldo Kwateh merupakan pemain keturunan yang memiliki darah ayah dari luar negeri yakni dari Brasil dan Liberia.

Tak hanya itu, dari kecil memiliki kemampuan lebih dalam bermain sepak bola menjadi salah satu unjung tombak skuad Garuda Nusantara ke depan.

5. Perkembangan yang menanjak

Pekembangan performa para pemain muda ini memang terlihat cukup tajam. Nama-nama seperti Zanadin Fariz, Dony Tri Pamungkas, hingg Achma Maulana menunjukkan kualitas berbeda setelah Piala AFF 2019 lalu.

Mengikuti Pemusatan Latihan atau TC selama hampir satu bulan, mereka memberikan permainan disiplin yang terlihat saat turnamen mini internasional kemarin.

6. Pengalaman bertanding

Sejauh mereka berlatih, para pemain muda ini sudah merasakan sejumlah pertandingan baik di Liga 1, akedemi klub dan juga mini turnamen internasional.

Artinya dari pengalaman itu, mereka bisa mengevaluasi diri mereka untuk berbenah dan tampil menusuk saat bertanding di Piala Asia U-20.

7. Gengsi tinggi

Bertarung di Piala Asia U-20 skuad Garuda Nusantara tak akan tampil lesu ketika bertemu dengan lawannya di level Asia.

Di sisi lain, pertandingan nanti menjadi gengsi tinggi bagi Hokky Caraka dkk yang akan menjadi tuan rumah di Piala Dunia U-20 setelah turnamen di Uzbekistan usai.

Minimal lolos di fase grup bisa mengubah pandangan publik terhadap performa Indonesia yang tak diunggulkan pada turnamen ini.