Irwan Febri Rialdi
Striker Persija Jakarta Marko Simic melakukan selebrasi usai mencetak gol keempat ke gawang Borneo FC pada laga pertandingan Liga 1 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Jawa Barat, Senin (11/11/2019). Pada laga pertandingan tersebut Persija Jakarta berhasil menang atas Borneo FC dengan skor akhir 4-2. ANTARA FOTO/Risky Andrianto

Gol.bolatimes.com - Persija Jakarta kalah gugatan di FIFA. Manajemen tim berjuluk Macan Kemayoran itu pun wajib membayar mantan striker asingnya, Marko Simic, sebesar Rp 7 miliar.

Marko Simic memang sempat curhat masalah gaji setelah memutuskan berpisah dengan Persija. Ia merasa tidak dibayar sesuai jumlah, baik itu sebelum, selama, dan sesudah pandemi COVID-19.

Pemain asal Kroasia pun mengancam akan melaporkan Persija ke FIFA pada April 2022. Rupanya tak hanya gertakan, dirinya benar-benar melapor ke FIFA.

Baca Juga:
Resmi! Inilah 8 Tim di Babak Perempatfinal Liga Champions, Italia Kirim Wakil Terbanyak

Kini, FIFA telah memenangkan gugatan Marko Simic. Meski dahulu alasan Persija memotong gaji lantaran adanya aturan PSSI karena pandemi COVID-19, tampaknya alasan itu tidak diterima oleh FIFA.

FIFA pun meminta Persija membayar hak Marko Simic selama periode Mei 2020-April 2022 yang meliputi gaji, bonus, dan bunga sebesar lima persen.

Jika tidak, maka FIFA akan menghukum Persija mendaftarkan pemain baru, baik lokal ataupun asing, selama tiga periode transfer berturut-turut.

Baca Juga:
Tak Menyangka Garuda Select Bisa Kalahkan QPR, Des Walker: Ini Fantastis!

"Responden (dalam hal ini Persija) akan di-banned untuk mendaftarkan pemain baru, baik itu lokal maupun internasional (pemain asing) sampai jumlah tunggakan dibayar. Maksimum banned ini adalah selama tiga periode berturut-turut pendaftaran pemain," begitu salah satu ancaman FIFA.

Belum ada tanggapan dari Persija soal kabar ini. Jika benar-benar dihukum FIFA, tentu ini sangat merugikan bagi tim kebanggakan kota Jakarta tersebut.

Baca Juga:
Menang Lagi! Garuda Select Hajar Queens Park Rangers yang Usia Pemainnya Lebih Tua 2 Tahun