bolatimes.com - Penampilan manajer tim Kamboja, Keisuke Honda, di SEA Games 2023 ramai sorotan dan cibiran. Perdana Menteri Kamboja Hun Sen langsung turun tangan untuk membela.
Dalam sebuah unggahan akun Instagram @keisukehonda, Honda terlihat mengenakan outfit santuy.
Pada bagian atas, ia menggunakan kaus polo dengan corak warna nyentrik perpaduaan antara merah muda dan kuning. Sedangkan, di bagian bawah, mantan pemain Jepang terlihat mengenakan celana yang identik dengan jeans.
Jika dilihat dari unggahannya, Honda tengah mendamping tim saat berjumpa dengan Filipina di laga kedua SEA Games 2023. Pada laga tersebut, skor berakhir 1-1.
Di laga sebelumnya, Honda juga sempat disorot publik karena outfitnya yang beda dari yang lain.
Ia mengenakan celana pendek dan kemeja pendek warna hitam lengkap dengan sandal.
Banyak pihak yang menyoroti penggunaan outfit tersebut. Tetapi Perdana Menteri Kamboja Hun Sen turun tangan.
Hun Sen meminta pengguna Facebook yang mencela Keisuke Honda untuk meminta maaf.
"Jika Anda orang Khmer, segera minta maaf kepada Honda," ujar Hun Sen saat penerimaan kontigen Kamboja pada 1 Mei seperti diwartakan Khmermote.
Selanjutnya, tim Keisuke Honda bakal menghadapi Myanmar di matchday ketiga SEA Games 2023 pada 7 Mei mendatang.
Baca Juga
Terpopuler
-
Penyelamatan Gemilang Maarten Paes Raih Pujian dari Ajax Amsterdam
-
Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026
-
Calvin Verdonk Cetak Sejarah Baru Dalam Skuad Liga Champions Eropa
-
Alasan Mees Hilgers Belum Diturunkan SC Heerenveen di Eredivisie
-
Piala Dunia Wanita 2035 Jadi Fokus Utama Pembinaan MLSC di Semarang
Terkini
-
Tak Jadi Susul Indonesia di Piala Dunia U-17 2023, Pelatih Thailand Minta Maaf
-
Asnawi Mangkualam Ditawarkan ke Tottenham Hotspur, Dianggap Lebih Baik dari Bek Kanan Brasil Ini
-
Usai Dicoret Timnas Belanda U-21, Justin Hubner Kembali Lempar Kode untuk Indonesia
-
Tak Hafal Lagu Kebangsaan, Media Malaysia Bandingkan Nasionalisme Pemain Naturalisasinya dengan Indonesia
-
Lionel Messi Tak jadi Datang ke Indonesia, Pelatih Argentina Beberkan Alasannya